TIP MEREMAJAKAN POHON CABE RAWIT


Tanaman cabe rawit termasuk salah satu tanaman yang cocok untuk media pembelajaran di sekolah. 

Sebab, siswa suka memanen buahnya --tentu memakai gunting kecil ya, kalo nggak nanti kepedasan panas  tangannya. 

Untuk pembelajaran materi tanaman pangan, siswa bisa melihat senyatanya pohon cabe rawit yang sering mereka makan sehari-hari. 

Yang paling bagus, kalau bisa menanam cabe dengan jumlah pot/tanaman yang banyak dan berbuah serentak, akan menjadikan kebun sekolah indah menarik.  

Cabe rawit merupakan tanaman pangan, yang menjadi salah satu ciri dari Kebun Pangan Lestari, yaitu program menanam tanaman pangan di lingkungan rumah atau lingkungan terdekat. 
  
Cabe rawit cocok ditanam dalam pot ukuran sedang, ukuran pot 40 ke atas (diameter 40 cm), karena perakarannya yang serabut tidak terlalu membentuk bola akar yang besar. Cabe rawit cepat berbuah di usia muda, sekitar 4-5 bulan. 

Dan kehidupanya awet bisa bertahan sampai 2 tahun masih produktif.  Dan kalau bagus perawatannya,  buahnya banyak. Jadi sekali menanam tidak direpotkan lagi dengan menanam ulang, seperti halnya sawi, jagung, atau lainnya.  

Berbuahnya pun sepanjang tahun. tapi dia maunya  dengan panas matahari penuh (semua tanaman berbunga atau berbuah, perlu cahaya matahari penuh). Kalau keteduhan, maka buahnya sedikit yang rimbun dedaunannya.  

Beberapa kali saya lihat di sore hari burung kutilang mematahkan buah cabe yang merah masak. Membawa pergi dan memakannya sembari menclok di dahan pohon tinggi. Rupanya, cabe rawit juga merupakan tanaman pemikat burung. 

Sayang, kita kurang tahu, kalau cabe rawit yang sudah tua tidak usah dimatikan, tapi dapat diremajakan. Dengan begitu, kita bisa berhemat waktu tidak lagi menanam dari awal. 

Kemarin saya mengecek 3 pot tanaman cabe rawit yang sudah lumayan tua dan kurus. Periode semester lalu, buahnya banyak, dan belakangan mogok berbuah, daunnya menua, dan pucuknya keriting. Sayang dimatikan, saya mencoba untuk meremajakannya. 


CARA MEREMAJAKAN POHON CABE RAWIT

1. Pangkas daun daun yang tua sampai habis. Sisakan hanya di pucuk-pucuknya saja. 
2. Pangkas ranting yang kelihatan kerdil. Tapi usahakan cabang-cabang yang agak besar tetap jangan dihabiskan. Supaya nanti dari cabang ini keluar ranting-ranting kecil. 
3. Cabut gulma yang tumbuh di dalam pot. Rupanya gulma ini memakan makanan yang sedianya untuk konsumsi pohon cabe. 
4. Gemburkan tanah dalam pot menggunakan kayu atau besi yang tumpul, agar akar tidak putus. Jangan memakai golok atau sendok semen yang tajam akan memotong banyak akar. 
5.Tambahkan pupuk kandang dari kandang mini zoo. Kebetulan di bawah kandang iguana sudah banyak tanah rabuk, yaitu tanah yang sudah bercampur dengan sekam tua, kotoran ayam, kotoran iguana, dan kotoran dan urine kelinci. 

Dua minggu berselang, memang ada perobahan nih di pohon cabe. Tumbuh tunas baru di tiap bekas ketiak daun yang dipotong. Dan di ujung-ujung pucuk kelihatan sudah muncul calon buah... 

Moga-moga habis musim hujan ini kembali berbuah lebat.  (IM)

pohon pertama, setelah 2 minggu dipangkas,
mengelurkan putik bunga 

cabe rawit kedua,
mulai tumbuh pucuk baru

cabe rawit ketiga, juga sudah berubah,
daun baru tidak keriting lagi



Post a Comment

0 Comments