tes

header ads

PANDEMI COVID 19, SISWA BELAJAR DARI RUMAH, DAN HEWAN JADI STRESS KESEPIAN

Lama tak digoda siswa, hewan pun lesu. Tips persegar kandang &  ceriakan satwa.    

 
ayam kalkun
 Horeee.... kami bebas boleh bermain leluasa di luar kandang.... lihat, kami jadi ceria dan bulu-bulu kami jadi indah bersih 

Pagi kemarin (21/11/20) sekitar pukul 9 pagi,  suara berisik terdengar dari kandang. 

Kalkun jantan melenguhh... huh.... huh.. pusshhh ... puuum ;  sepasang kakatua berteriak-teriak saling berbalasan ... keekkk, keeeekkk ....., keeekkk,  dan ikut serta jalak hitam bersahutan. Ramai. 

Disambung suara gerudukan kaki kelinci berkejaran di dalam kandang yang berlantai jejaring kawat ... brukkk ...brukkk  ... bruukkk

Tak jauh di pojokan, sekandang 16 ekor iguana remaja terdiam dengan mata hampa melihat suasana di luar kandangnya.   "Heiiii, .... kalian sedih ya ..  jarang  dielus,  disentuh dan  disayang," batin saya. 

Sementara, sejauh sekitar 30 meter, persisnya di ruang kelas 1, sedang berlangsung webinar  "Virtual Parenting and School Visit" - Peran Terbaik Orang Tua di Masa Terbaik, and Find Interesting Experiences in Semut-Semut the Natural School - Elementary School.  

Peserta virtual, para orangtua dan calon ortu yang ingin tahu kiat mendidik anak di era pandemik ini. Juga, webinar memperkenalkan potret pembelajaran di sekolah Semut-Semut, menyongsong penerimaan siswa baru 2021/22.

Di keheningan suasana webinar, teriakan kakatua melengking kencang. "Wah, ramai amat nih suara anggota kandang. Kayaknya mereka memanggil-manggil saya, sudah bosan terus berbulan-bulan tanpa kehadiran siswa yang biasa menggoda sehari-hari," begitu pikir saya. 

Ya, selama hampir 11 bulan ini sejak Januari 2020, keseharian kandang mini zoo terasa sepi, sunyi, kurang greget. Pandemi Covid 19 meniadakan program tatap muka, siswa belajar jarak jauh dari rumah.  

Kesepian yang sangat di awal-awal pandemi. Makin ke semester kedua akhir tahun, pandemi makin mengarah ke kluster pemukiman dan keluarga. Sekolah seakan mati, apalagi suasana batin membuat kita kurang nyaman, karena kuatir terserang Corona entah di mana dan kapan saja.  Para guru pun melulu bekerja dari rumah (work from home/ WFH).  

Baru satu dua bulan terakhir ini para guru mulai aktif hadir di sekolah, itu pun bergiliran. Pembelajaran dilakukan tetap secara daring, melalui internet.  

Jadi, sejak Januari di awal tahun hingga November 2020 akhir , praktis para anggota mini zoo kehilangan para fans-nya  yang suka menggoda mereka.  

Biasanya di waktu sekolah berjalan normal, sejak pukul 07.00,  beberapa anak sudah tampak hilir mudik di koridor minizoo. Ada yang melihat kalkun, burung kakatua, kelinci, atau menggoda iguana dengan mencolok-coloknya. 

Berbeda kini,  hanya dua orang itu-itu saja  yang rutin beredar di sana. Pak Hakim, menyapu halaman dan membersihkan kandang kelinci setiap pagi. Dan pak Sukri, memberi makan dan menyapa mereka  dua kali sehari,  pagi dan sore. 

Saya sesekali hadir, tak setiap hari (kuatir Covid nih... ). Dan anggota mini zoo pun  melulu dikurung dalam kandang. Tidak dilepas bermain di luar.  Boleh jadi mereka juga mengalami stress, akibat bosan karena 'terisolasi mandiri' di kandang. 

Tambahan lagi, November 2020 ini sering hujan cukup deras. Lorong jalan di sekitaran basah terus, jadi menghijau licin ditumbuhi lumut. Kelembaban meningkat, dan kandang jadi rawan bagi kesehatan hewan, terutama unggas kalkun dan kelinci. Kalkun sering lumpuh kaki. Kelinci biasanya terkena scabies dan mencret. 

Cuma iguana yang nyaman hujan. Mereka sengaja menepi ke bagian terbuka, menikmati tetesan air. Apalagi, setelah hujan disusul siang yang panas, wah iguana paling suka ....  

ADUH, PEGUPON MERPATI KOSONG 

mini zoo semut
  Pegupon merpati di lantai atas       
kosong melompong ...
 haduehh
    
 

Yang memprihatinkan, kandang (pegupon) merpati kosong melompong. Tanpa ketahuan, rupanya kawanan merpati minizoo hijrah  ke kandang tetangga. Ya ... semuanya tanpa kecuali. 

Namun mereka sebagian masih bermain di minizoo sambil mencari makan. Dan jadwal makan untuk mereka tetap diberikan. Tiap pagi datang menunggu jadwal sarapan, berupa campuran jagung pecah, voor pelet ayam 512, padi atau beras merah. 

Setelah cukup, mereka kembali ke wuwungan atap, lalu pulang ke tetangga seberang. Dan sore kembali  untuk jatah makan sore. Beranak pinak di rumah sebelah. Yah... merpati sulit dibujuk rupanya ...  

Mungkin saat awal pandemi dengan pengetatan PSBB di wilayah Depok, mereka merasa terabaikan tanpa  sengaja, dan akhirnya memilih bermigr asi ke kandang sebelah tanpa saya sadari. 



Dahulu saat sekolah berjalan normal, pagi-pagi saya secara khusus membawa  kacang tanah. Ini kesukaan yang ditunggu-tunggu. Melihat kacang tanah di telapak tangan, mereka berebutan nemplok - di lengan, di pundak, di telapak tangan, mematuk-matuk jempol, dan sebagainya. Banyak ulahnya deh. 

Maunya makan lebih dulu, dan paling banyak sendiri. Kadang merebut dengan mematuk kantung kacang.  Ada yang manja, mau dielus-elus sembari makan.  Seolah suka sesekali diajak bicara.  

Pandemi, otomatis sepi. Karena kebiasaan itu hilang, ikatan batin mereka terhadap saya dan kandang kalah oleh godaan komunal kandang sebelah. Duh.. sedihnya... 

Dua anak kalkun lahir, dan jantan induk iguana dan satu kelinci mati   

Oya, saat pandemi ini, kami kelahiran dua anak kalkun lewat mesin tetas (tapi sejumlah banyak telur kalkun gagal menetas). Keduanya berwarna hitam. Kini setelah dua bulan kedua  pitik kalkun itu tumbuh bongsor. (itu kelihatan di foto atas, bermain dengan bapak ibu kalkun)  

Berita sedihnya, satu ekor kelinci dewasa mati karena luka infeksi di paha. Rupanya, luka terkena sudut kandang yang tajam.  

Yang paling sedih, mengetahui di suatu pagi, induk iguana jantan mati.  Induk ini yang menjadi orangtua dari sejumlah anak iguana di kandang.  Iguana jantan ini mati tanpa jelas apa penyebabnya - mungkin salah makan atau  usia tua.  Atau bisa juga stress suasana pandemi ya... ???  
 

TIPS AGAR HEWAN TIDAK STRESS KESEPIAN di MASA PANDEMI  COVID 19 

Intinya, hewan yang sudah terbiasa dengan manusia, akan senang disapa dan ditemani, diperhatikan. Ini beberapa hal yang dilakukan di kandang minizoo: 

  • SERING BERMAIN. Melepas 3 kalkun dewasa dan sepasang kalkun muda warna hitam bermain di halaman, saat matahari sudah agak tinggi. (Foto pertama). Udara panas mentari membuat kalkun gembira dan melompat-lompat aktif. Mereka berkeliaran sampai ke halaman sekolah, dan mematuk hijauan liar yang tumbuh. Bulu makin bersih dan mengkilat, pertanda kalkun sehat.                                                              

  • GANTI ALAS KANDANG.
    mini zoo semut
    Suasana baru, kandang lebih
    bersih, dan ada tangkrikan.
    Tapi kalkun kok malu berfoto ya .. 

     

    Segera mengganti alas kandang (litter) di kandang kalkun dan lainnya. Caranya,  mengeruk dan mengeluarkan alas yang sudah memadat dan agak bau, lalu diganti baru. Litter berupa kulit sekam padi.  Diperlukan sekitar lima (5) karung sekam padi. Di Depok harganya kisaran Rp. 10 - 12 ribu perkarung.  Juga menambahkan tangkringan untuk tidur malam, sehingga bulu dada dan ekor menjadi bersih. Serta, menghindari dingin lembabnya lantai alas kandang ketika hujan. 
       

  • TAMBAH TANGKRINGAN IGUANA. Membersihkan kandang iguana, dan meletakkan percabangan kayu-kayu baru agar tiap iguana memiliki cabang istirahat-nya tanpa terganggu yang lain. Diantaranya mengeluarkan kotak pasir, sehingga lantai kandang terasa lebih luas. 

  • DESAIN ULANG TANGKRINGAN KAKATUA. Tujuannya, mengurangi respon kegelisahan dan teriakan kakatua yang diduga jenuh atau bosan.  Ditambahkan tiga dahan kayu agar jadi tempat tangkringan baru. Kini kakatua bisa hilir-mudik, leluasa berjalan pindah antar ranting. Juga diletakkan sebongkah batang kayu kapuk yang baru ditebang, untuk iseng-iseng digigit-gigit. Seperti kesukaannya di hutan, mematahkan pucuk,   cabang dan ranting. Ini permainan seperti di alam, bukan? 

  • AKTIFKAN KOLAM IKAN DITANAMI LELE.
    mini zoo semut
    akuaponik lele + sayuran.
    Doakan supaya panennya
    banyak & melimpah ya...
     



    Menghidupkan kembali kolam ikan. Kini telah berjalan 1 bulan, dengan sekitar 250 ekor lele di dalamnya.   Ukuran bibit yang masuk sekitar 7-8 cm, dan kini sudah berukuran 10-15 cm. Sekitar Januari direncanakan panen.                              

Agar kolam sehat, dibuatkan sistem penjernihan baru dengan filter gravitasi. Air di filter terakhir relatif telah jernih, dan dipompa masuk kembali ke kolam.  Ini agar air kolam lele mendapat aerasi, air kolam tak bau, dan hemat air karena minim membuang air limbah.  Oya, pompa air tenggelam (submersial) ukuran 45 watt, yang  semula mogok karena rontok gigi kipasnya, ternyata dapat diperbaiki dengan pengeleman

  • AKUPONIK. Di atas kolam lele, kini disiapkan pot tanaman sistem akuakultur aliran atas. Air jernih dari penyaringan, akan mengisi pot-pot tanaman lewat pipa irigasi atas. Ikan lele jadi happy mendapat tambahan kucuran air, dan akan ada panen sayuran semisal kangkung, sawi dan lainnya.  Ada 16 pot mengitari tepi bibir kolam.   

  • MEMBERSIHKAN KANDANG PEGUPON. Ini menunggu giliran waktu. Akan disapu bersih berbagai kotoran di dalam kotak dan diluar kotak, dan kemungkinan akan membuka kembali tutup-tutup kawat di sisi pegupon, agar burung leluasa masuk dan kembali bermukim. 

  • mini zoo semut
        kandang kotak kayu,  sementara            
    diganti dengan kandang kawat
    berdinding penutup 


    PERBARUI KOTAK KELINCI.
    Akan dibuatkan kotak tidur yang baru, sehingga 4 ekor kelinci dewasa yang ada, dapat memiliki gua perlindungan sendiri-sendiri.              Kotak kayu terdahulu telah dikeluarkan ketika kelinci terserang penyakit scabies (kudis, karena parasit). Dengan penyuntikan, scabies telah hilang, dan kelinci sudah sehat kembali. 






" Membuat hewan gembira dan bahagia, sebenarnya itu salah satu cara agar hewan di mini zoo tetap sehat dan mau bersahabat dengan siswa. Namun, pandemi Covid 19 ini, membuat berbagai interaksi ini terkurangi dan terhenti." 

Semoga Januari 2021, kebijakan bersekolah tatap muka dengan protokol New Normal, akan kembali menceriakan seisi sekolah, juga para fauna anggota mini zoo Semut kesayangan. (IM) 

Lihat juga: 

Post a Comment

0 Comments