BELAJAR NAMA TEMPAT MELALUI GEOGRAFI ASAL USUL HEWAN

SETIAP SATWA dan FlORA, PUNYA CERITA 

Kalkun, nenek moyangnya dahulu dari Amerika 


Keberagaman fauna dan satwa dengan asal daerah yang berbeda, juga dapat menjadi bahan pembelajaran geografi bagi siswa SD ataupun SMP  yang dilakukan di luar ruangan (pembelajaran outdoor)

Ada satwa endemik, artinya hewan tersebut khas hidup di suatu daerah, tidak ada di daerah lain 

Ada satwa domestifikasi, artinya dahulu di impor, sekarang sudah dibudidayakan di sini sehingga seolah menjadi hewan asli Indonesia, padahal bukan 

Satwa endemik misalnya kakatua jambul kuning (cacatua sulphurea), berasal dari kepulauan Madura, dan daerah Indonesia Timur seperti Maluku hingga Papua 

Tanaman zodia dan mahkota dewa, itu  khas dari Papua 

Juga ada hewan-hewan yang dahulunya dari luar negeri 

Kalkun dibawa oleh warga Belanda saat menjajah Indonesia   

Aslinya dahulu, nenek moyang kalkun dibawa dari Amerika Serikat, terutama banyak dari daerah Montana 

Ayam mutiara, asal leluhurnya dari benua Afrika 

Di sana, ayam mutiara hidup di hutan-hutan dan mampu terbang cukup jauh 

Mirip seperti ayam hutan yang hidup liar, seperti yang dapat kamu temukan di semak-semak area padang rumput taman nasional Blauran, Kabupaten Banyuwangi 

PAPAN NAMA SATWA dan FAUNA 

Nah, di mini zoo sekolah maupun di taman sekolah, sebaiknya selain dituliskan identitas nama hewan atau tanaman, dalam bahasa Indonesia maupun bahasa latin, ada baiknya juga dilengkapi dengan nama daerah endemik atau negera leluhurnya

Jadi, siswa saat membaca informasi singkat, sudah dapat meng-asosiasikan-nya dengan daerah asalnya, baik di dalam maupun di luar negeri 

Jadi, semua tanaman dan satwa di sekolah, dapat menjadi bahan diskusi atau kritisi siswa, mengundang rasa ingin tahu lebih jauh 

Memang tugas sekolah adalah membangun rasa ingin tahu siswa seluas-luasnya, apapun itu, sehingga siswa dapat tumbuh mengembangkan diri, melalui minat-minatnya, seterusnya akhirnya membentuk ketrampilan-pengetahuan atau kompetensi terhadap bidang-bidang yang diminatinya 

IDE UNTUK TANTANGAN SISWA

Bapak ibu guru dapat memberikan tugas  tambahan pada siswa, saat melakukan eksplorasi di halaman sekolah dan di minizoo 

Misal, tantangan untuk mencari asal usul daerah tempat tanaman atau satwa itu dahulu banyak berada 

Sebagai tugas, siswa diminta mencari asal daerah satwa tertentu, yang berbeda-beda tiap kelompok Ada yang mencari info tentang kakatua Jambul Kuning, ada yang Ayam Mutiara, ataupun tanaman Mahkota Dewa  

Siswa diminta pergi ke halaman atau minizoo sekolah, dan mencatat dari papan nama identitasnya 

Setelah menemukan asal daerahnya, siswa diminta untuk mencari informasi tentang daerah tersebut, dan menyebutkan 1-3 jenis satwa atau tanaman endemik lainnya yang ada di wilayah tersebut 

Di sini, siswa dapat memanfaatkan informasi dari buku, ataupun dari internet seperti di laman WIKIPEDIA  

Di sini, baik guru maupun siswa, dapat bersama melengkapi cerita-cerita seputar daerah tertentu, dengan berfokus pada satwa atau tanaman khas nya 

Senang jika kita dapat mengkisahkan sesuatu yang istimewa dari sebuah daerah  

Siswa seolah diajak berjalan-jalan ke suatu tempat dan waktu, membangun imajinasi nya akan sebuah potensi sumberdaya alam yang berharga, yang patut dilestarikan atau dimanfaatkan secara bijaksana 

LITERASI DAN KENDALA TEKNIS 

Tentu, menjadi kerepotan bagi petugas sekolah atau tim guru, untuk menyiapkan identitas nama satwa dan tamanan dengan dilengkapi asal daerah 

Dituntut kemauan untuk  meningkatkan literasi tentang botani dan satwa 

Namun, dengan saratnya bobot informasi di lingkungan sekolah, tentu akan menambah peluang meningkatkan pengetahuan siswa secara natural atau alami 

Sebab, siswa akan bersinggungan dengan informasi tersebut setiap hari, dan secara alam bawah sadar telah merekam informasi tersebut 

Bahkan bukan tak mungkin, saat bermain di halaman atau di mini zoo sekolah, siswa telah mempertanyakan dalam hati fikirannya, terhadap informasi  dari papan nama satwa/tanaman yang menggoda pikirannya 

Pembiasaan menggunakan atau mencari literasi tentang botani atau satwa, tentu akan melatih kebiasaan ilmiah baik bagi guru maupun siswa,  yang selalu berusaha untuk merujuk informasi sebagai landasan pikir 

 IM 




Post a Comment

0 Comments