tes

header ads

INI 14 MANFAAT SATWA ADA DI SEKOLAH. JADI PERLU MEMBANGUN MINI ZOO SEKOLAH

Baik atau tidakkah adanya satwa di sekolah atau di ruang kelas? Seberapa mengganggu? Seberapa manfaatnya?



mini zoo sekolah
Melihat pola gerak gerik, ciri-ciri fisik, dan kebiasaan dari Kalkun. Anak-anak banyak bertanya tentangnya.

Sekolah memang wilayah yang steril dari hal-hal yang membahayakan anak, baik fisik maupun psikis. Termasuk untuk hewan atau satwa, yang keberadaannya jika ada terus menerus di sekolah dikuatirkan membawa dampak negatif. 

Dampak negatif itu antara lain: aroma tak sedap dari kotoran hewan; hewan yang sengaja dilepas bikin kotorannya berserakan berpotensi menjadi media tumbuhnya bakteri/jamur dan virus pathogen pembawa penyakit; kandang yang kotor menjadi media bagi perkembangbiakan penyakit, maupun hewan itu yang sebelumnya hidup di alam liar menjadi pembawa virus dari alam liar yang bisa menyebabkan sakit.

Di sekolah pun harus dihindari ada hewan berkeliaran bebas tak tentu, seperti kucing, anjing, dsb. Mereka ini bisa menggigit siswa, sarangnya kotor, dan yang bisa berakibat membawa infeksi penyakit bagi warga sekolah.

Namun untuk kasus Indonesia, menurut saya, haruslah ada pengecualian.

Maksudnya, boleh memelihara satwa, tapi harus dalam keadaan sehat dan dengan pengelolaan yang baik sesuai dengan syarat kesehatan.

Sebab, Indonesia ada Negara dengan biodiversity tropis terbesar di dunia setelah negara Amerika Latin (Brazil). Rendahnya kepedulian dan pemahaman akan satwa dan flora, berakibat negatif bagi masa depan pelestarian dan pemanfaaatan plasma nutfah Indonesia. Generasi mendatang harus lebih trampil mengelola sumber daya alam, termasuk satwa-satwanya.

Entah satwa itu berada di dalam kandang terpisah seperti di mini zoo, atau dibawa ke kelas, tetap saja harus memenuhi syarat hewan yang bersih, sehat, dan tidak membawa penyakit/virus yang sekiranya mengganggu kesehatan siswa.


14 MANFAAT SATWA BAGI ANAK


Dr. Harvey Markovitch, dokter anak dan editor di media The Archives of Disease in Childhood, sebagaimana dikutip dari petintheclassroom.org, berpendapat bahwa satwa di sekolah atau di kelas, memberi nilai positif bagi pembelajaran.

Ini 14 Manfaat Satwa Ada di Sekolah bagi Meningkatkan Proses Pembelajaran:

1. Merangsang Pembelajaran
Keberadaan satwa di sekolah menjadi sumber belajar yang baik bagi guru untuk mengajar secara menyenangkan di berbagai mata pelajaran. Tidak hanya sains atau biologi, bahkan bahasa Indonesia, Matematika, Agama, dan Bahasa Inggris maupun Geografi dapat mengembangkan materi dari sini.

2. Jadi mudah belajar dengan berbagai cara/pendekatan.
Math : Berapa berat seekor hamster?
Sains : Apa makanan yang disukai ular?
Geografi : Dari daerah belahan bumi mana asal tupai?
B. Indonesia : Coba terangkan dengan kata-kata mu sendiri untuk menggambarkan seekor goldfish?

Menghadapi aneka pertanyaan seperti itu, siswa akan belajar memahami topik tersebut dengan semangat dan minat.

Dalam hal satwa tersebut memang merupakan satwa koleksi di kelas, maka dapat mengundang siswa kelas lain. Siswa dapat berlatih untuk sebuah presentasi khusus buatan siswa sendiri guna menyampaikan informasi tentang satwa tersebut kepada siswa lainnya.

3. Satwa memperkaya pengalaman belajar di kelas
Bahkan siswa yang jarang atau tak terbiasa menyentuh hewan di rumah maupun lingkungan sekitar, kini dapat melihat, merasakan, meraba, menyentuh. Dan kesemua itu membuat siswa menjadi terkoneksi dengan dunia satwa secara luas mendunia.


Misalkan dengan mengenalkan beberapa hewan/satwa yang asal usulnya adalah satwa impor, seperti kalkun, ayam mutiara, iguana, landak mini, guinea pig (marmot), dsb.

Asal usul satwa jika dirangkai dalam penceritaan yang baik, dan membandingkannya dengan satwa sejenis, akan menjadi pembelajaran yang mudah diingat.

4. Mengamati dan merawat satwa di kelas/sekolah, juga bermakna menanamkan sikap bertanggungjawab, serta menghargai kehidupan.

Menambah sikap sensitif dan peduli terhadap kebutuhan hewan, juga sikap sensitif dan peduli pada kita sebagai manusia.

Siswa akan belajar bahwa untuk keberlangsungan hidup tak cukup hanya ketersediaan makanan dan air. Juga perlu perhatian.

5. Mempelajari secara langsung tentang perilaku satwa, dan polah tingkahnya yang mempengaruhi satwa lain.
Beberapa anak memang memiliki ketertarikan lebih. Mereka bisa berlama-lama memperhatikan satwa dengan polahnya saat berada di dalam sangkar. Atau ingin memegang dan merasakannya. 

Ketertarikan yang lebih ini menjadi penanda akan adanya suatu kecerdasan naturalis yang lebih dibanding teman sebayanya.

6. Penelitian menunjukkan, bahwa kehadiran satwa di sekolah atau di kelas dapat menurunkan stress atau tekanan belajar pada di kelas.


Satwa dapat menjadi pengalih atau penjeda suatu waktu. Breaktime atau freeplay adalah waktu yang dipergunakan siswa untuk jajan makan minum, lalu selesai itu berkunjung ke mini zoo atau mengintip satwa lainnya, sebagai katup pelepasan dari stress atau kelelahan berfikir. 

Sepertinya mereka dapat curhat ke hewan itu. Masuk kelas menjadi segar kembali.

7. Bagi kelas yang memelihara satwa di dalam kelas, maka kehadiran satwa tersebut menjadi salah satu cara untuk membangun tingkat kehadiran siswa. 

Di sisi lain juga mengajarkan siswa akan tanggungjawab. Mereka yang dapat giliran piket berusaha datang lebih pagi untuk merawat atau menyirami dan memberinya makanan. Ini pembiasaan yang baik, sehingga siswa mendapati keterikatan emosionalnya dengan sekolah.

8. Siswa yang berinteraksi dengan satwa cenderung lebih Sehat.
Beberapa penelitian memperlihatkan, bahwa siswa dari keluarga yang memelihara satwa, cenderung lebih ‘kebal’ terhadap infeksi, ketimbang rekan-rekannya yang berasal dari keluarga tanpa satwa.

Kabarnya, tampat terlihat bahwa anak memiliki imune system (kekebalan tubuh) ada tingkatan yang lebih tinggi. 

Terbukti, catatan kehadiran siswa menunjukkan, siswa dengan adanya satwa di sekolah/kelas lebih sering hadir  ketimbang siswa yang tidak gaul dengan satwa di sekolah maupun di rumah.

9. Siswa penyayang satwa cenderung lebih sehat.
Sejumlah penelitian juga memperlihatkan bahwa anak lekat dengan hewan karena kebutuhan emosionalnya. Sejumlah 40% anak akan beralih mendekati hewan peliharaannya ketika perasaannya sedang murung/down.

Anak juga akan mencari peliharaannya ketika mereka merasakan lelah, bosan, sedih, sendiri, atau ketakutan.

Sejumlah 53% responden anak mengaku mereka suka ketika bekerja mengerjakan tugas sekolah (PR) ditemani oleh hewan peliharaan di dekatnya.

“Berada bersama atau berdekatan dengan satwa peliharaan, sangat baik bagi anak,” kata 
Dr. Harvey Markovitch, dokter anak dan editor di media The Archives of Disease in Childhood.

10. Satwa peliharaan itu memberi pengaruh baik bagi moral anak
Ia mengajarkan anak tentang membangun hubungan yang baik dengan sesama, serta berbagai hal tentang kehidupan dan kebutuhan untuk hidup. 

Belajar untuk peduli pada satwa peliharaan, berarti juga belajar untuk peduli kepada orang lain,” jelas Dr. Harvey.

Jadi, peduli dan merawat satwa peliharaan sebenarnya amat membantu kehadiran siswa di sekolah dan mengajarkan banyak hal kepada anak tentang kehidupan dan pentingnya hubungan yang baik.

11. Satwa Peliharaan Meningkatkan Pengasuhan
Tak seorangpun ingin diperlakukan dengan kasar atau keras. Anak akan belajar hal ini ketika mereka merawat binatang. Jika ingin dipercaya oleh ibu kucing dan anak-anaknya, maka dia harus memperlakukan ibu kucing terlebih dahulu, juga kemudian anak-anaknya, dengan cara baik dan sikap tulus.

Latihan merawat hewan ini bermanfaat bagi setiap anak, terutama anak laki-laki yang jarang mendapat kesempatan untuk berlatih pola asuh sebagaimana anak perempuan.

12. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Sukses merawat hewan peliharaan memberikan anak perasaan bangga dan rasa berprestasi. Terutama jika hewan itu mengerti dan membalas kasih sayang yang diterimanya dengan sikap kepatuhan.

Shari Young Kuchenbecker, Ph.D., peneliti psikologi dari Layola Marymount University in Los Angeles, berkata, “Anak yang peduli pada satwa peliharaan, lazimnya mengerti apa yang mereka lakukan, dan dia akan dia akan berusaha melakukannya lagi. Lebih banyak keberhasilannya memberi makan, berjalan bersama, atau lain-lain ikatan emosi dengan satwa tersebut, maka anak akan makin percaya diri."

Kenyataannya, anak dengan kesukaan pada satwa memiliki level atau tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi.

13. Mengajarkan Rasa Tanggungjawab
DI usia yang amat dini pun anak dapat berlajar berlatih bertanggungjawab. Misal, diberi tugas untuk mengisi tempat minum kelinci, atau mengisi tempat makan atau botol nimun hamster.

Tentu, para guru atau orangtua harus mendampingi proses ini, memonitor satwa yang sedang dipelihara itu, dan memaklumi jika ananda berbuat keliru atau salah dalam merawat satwa itu. Yang terpenting, anak harus bertanggungjawab dan mengerti akan apa yang dilakukannya.

14. Satwa Menjadi Teman 
Sebagian besar satwa peliharaan rumah bisa dan suka menjalin kontak dan anak, serta menurut atau patuh atas perintah. Sebutlah kucing, anjing, atau marmot. Mereka ini menjad teman terbaik anak.

Bahkan ada anak yang unik, yang lebih suka membangun hubungan yang kuat dengan satwa yang tidak bisa merespon dengan baik, seperti ikan dan kura-kura. Bagusnya, hubungan batin yang kuat itu justru membantu memperkuat kemampuan social skill anak, dan akhirnya membantu anak-anak itu berprestasi lebih baik di sekolah.

Sumber: Benefit of Classroom Animal  


Lihat juga: 
  1.  Cara Meningkatkan Manfaat Mini Zoo Sekolah bagi Pembelajaran
  2.  Jangan Galau Kalau Satwa Mini Zoo Mengganggu Kenyamanan Belajar di Sekolah 
  3. Cara Menghidupkan Mini Zoo Sekolah Agar Tetap Diminati Siswa 

Post a Comment

0 Comments